Monday, 9 September 2019

Cara Mudah Memasang Relay

Pada peralatan elektronika dan kelistrikan terutama pada sistem saklar tidak lepas dari Penggunaan Relay.Penggunaanya luas,namun sebagian orang belum tentu paham dengan kompen ini.Apa dan bagimana akan dijelaskan secara singkat dan sederhana dibawah ini

Arti Dan Fungsi Relay

Relay secara sederhana dapat dijelaskan sebagai kontak elektrik yang menghubungkan/ melepaskan antara komponen yang satu dengan lainya.Relay dapat bekerja ketika mendapatkan aliran listrik.

Sistem kerjanya menggunakan prinsip kerja magnet dimana ketika sebuah kumparan (coil) mendapatkan arus listrik akan berubah bersifat magnetis.Perubahan ini akan membuat gerakan menarik pada tuas yang terhubung


Namun hal dasar yang perlu di perhatikan adalah susunan kakinya,jangan sampai salah karena bentuknya sama,yang membedakan hanya posisi kakinya saja

Pada beberapa tipe relay ada yang mempunyai banyak kaki,karena di rancang untuk penggunaan lebih luluasa.Pada dasarnya pilihan susunan hanya terdiri dari dua,yaitu normally open(NO) atau Normally Close (NC)

Jenis Jenis Relay Dipasaran

Ada banyak Tipe Relay dipasaran dimana berdasarkan pada jumlah kakinya,diantaranya
  • Relay dengan 4 kaki,dimana 2 kaki sebagai saklar dan 2 lainya untuk coil yang dihubungkan dengan power
  • Relay dengan 5 kaki,dimana 3 kaki sebagai saklar (untuk menghubungkan 2 sambungan berbeda misalkan dari koneksi A ke koneksi B atau dari koneksi A ke C,Koneksi B dan C berbeda).Untuk 2 kaki lainya untuk coil
  • Relay dengan 6 kaki.Dimana 4 kaki sebagai saklar perarel dan 2 lagi sebagai coil
  • Relay dengan 8 Kaki,sama seperti tipe 5 kaki hanya saja parael

Cara Menyambung Relay 

Mungkin yang jadi permasalahan adalah bagaimana merangkainya.Mungkin bagi orang awam tidak begitu paham,sehingga bingung

Sebenarnya untuk mengkondisikan Relay sangat mudah,sebab umumnya pada body relay terdapat informasi wiring susunan kakinya.Namun satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kaki untuk powernya jangan sampai tertukar dengan yang lain

Perhatikan contoh gambar relay dibawah ini :

Susunan Relay

Penjelasan Gambar
  • Nomer 2 dan 7 adalah untuk coil yang dihubungkan dengan power,dipasang bolak balik tidak ada masalah(polaritas bebas)
  • Nomer 1 dan Nomer 8 koneksi utama
  • Nomer  3 dan Nomer 4 Pilihan untuk tersambung dengan Nomer 1
  • Nomer 5 dan 6 Pilihan sambungan untuk tersembung dengan Nomer 8
Untuk mengatur NO atau NC bisa dilihat saat tidak ada power terhubung pada sambungan nomer 1 dan nomer 4 statusnya NC artinya jika ada power mengalir pada coil maka maka sambungan akan terputus.Sebaliknya jika anda menginginkan terputus maka pemasangan dilakukan dengan menghubungkan nomer 1 dan 3

Keadaan tersebut bisa anda perlakukan juga pada nomer 8 dengan nomer pasanganya yaitu nomer 5 dan nomer 6.Untuk kondisinya bisa mengikuti petunjuk gambar tersebut

Kelebihan sistem saklar dengan menggunakan relay adalah dalam hal kontrol dalam proses otomatis.Diluar hal tersebut yang perlu anda perhatikan adalah spesifikasinya seperti tegangan kerja,jenis listrik dan beban

Penggunaan yang tidak tepat spesifikasi bisa berakibat fatal.Jika anda tidak paham mintalah bantuan yang ahli terutama jika pemasangnya pada tegangan tinggi
Read more

Tuesday, 1 December 2015

Pengertian Dan Prinsip Kerja Relay

Relay adalah saklar elektronik,yang bekerja karena adanya kontrol yang digerakkan oleh listrik.Relay terdiri dari 2 bagian utama yaitu,Elektromagnet (Coil ) dan Mekanikal.Terbuka / tertupnya saklar bergantung pada coil apakah ada listrik yang melewati,sebab koil akan berubah menjadi magnet seketika ada listrik yang melewatinya,sehingga tuas mekanik akan tertarik.

Relay mampu menangani daya yang lebih besar dari daya kerjanya.menurut arus listrik kerjanya ,relay dibagi menjadi 2 yaitu Relay AC dan Relay DC.untuk bisa mengetauhi apakah tegangan kerja yang dibutuhkan anda bisa melihat informasi teknis yang tertulis pada body.Relay AC bekerja pada tegangan 220 Volt,sedangkan Relay DC umumnya bekerja pada tegangan 6 Volt 12 Volt, 24 Volt, 48 Volt

Penjelasan Cara Kerja Relay

Untuk menjelaskan prinsip kerja secara lebih lengkap,silahkan perhatikan kontruksi relay pada gambar berikut,.relay memilki coil atau lilitan kawat yang berfungsi apabila lilitan tersebut diberikan tegangan kerjanya (power) maka akan berubah menjadi magnet,sehingga tuas akan tertarik menempel pada coil

Tuas yang awalnya terhubung dengan terminal output Normally Close (NC) akan berpindah ke terminal output normally open (NO),begitu tidak ada power maka tuas akan kembali ke posisi semula.tuas dapat kembali ke posisi semula dikarenakan menggunakan plat yang memilki kelenturan baik,yang mampu menjangkau diantara kedua jarak terminal,oleh kerenanya relay memiliki rumah yang melindungi gangguan luar terhadap sistem kerjanya.

Relay dengan kemapuan besar biasanaya di kemas pelindung yang transparan,sehingga masih memungkinkan kita mengetauhi bagaimana sistem mekanik di dalamnya bekerja.Jika tegangan yang di berikan berada di antara kondisi keduanya,maka akan sangat terdengar bunyi perpindahan tuasnya.

Ilustrasi Cara Kerja Relay

Pembagian Golongan Relay

Secara umum, keutamaan penggunaan relay adalah kemampunya bekerja pada rangkaian berdaya rendah dan mampu menangani system pensaklaran dengan daya besar.hal inilah yang membedakan sistem pensaklaran menggunakan transistor.Sistem pada transitor menggunakan daya kecil penggunaanya pun untuk daya kecil.Relay dengan arus AC tidak lah berbeda kerjanya,hanya coil yang didesign mampu bekerja pada arus jenis AC

Dikarenakan relay termasuk dalam golongan saklar,maka relay memiliki istlah pole (Terminal) dan Throw (kondisi),oleh kerena itu dibagi menjadi beberapa kelompok diantranya.

  • Single Pole Single Throw (SPST) : Relay kelompok ini memiliki 1 jenis kontak,dengan 2 terminal 1 terminal input dan satu terminal output
  • Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay kelompok ini memiliki 2 jenis kontak,terdiri dari 3 terminal,satu terminal input dan 2 terminal output dengan 2 kondisi  normally NO/NC
  • Double Pole Single Throw (DPST) : Relay kelompok ini sama seperti dua relay SPST dalam satu rumah namun dikendalikan oleh hanya satu koil,satu kondisi kontak pada masing masing terminal
  • Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay kelompok ini sama dengan relay jenis SPDT dalam satu rumah dan dikendalikan leh hanya satu koil
untuk mendapatkan gambaran lebih jelasnya silahkan perhatikan symbol relay pada gambar dibawah ini

Penggunaan jenis relay sangat bergantung pengaplikasianya dalam peralatan kelistrikan,di karenakan komponen penggunaanya bersifat mekanis,maka tidak cocok di gunakan untuk switching yang sangat cepat.namun kehandalanya untuk menangani daya besar tidak perlu diragukan.Pastikan anda telah mempu dan memahami spesifikasi teknis sebelum menerapkan dalam rangkaian kelistrikan
Read more

Pengertian Dan Dasar Kerja Kapasitor

Kapasitor merupakan salah satu komponen penting dalam elektronika yang paling banyak digunakan rangkaian atau perangkat elektronik.Secara sederhana kapasitor memiliki sistem kerja yang hampir sama dengan baterai,yakni sama sama menyimpan energi listrik,namun keunggulanya dapat di isi dan di kosongkan dengan sangat cepat, sehingga juga kapasitor memiliki fungsi yang lebih banyak

Itulah yang menjadi alasan mengapa hampir semua alat elektronik menggunakan kapasitor.Dalam dunia elektrnika komponen ini juga bisa disebut kondensator

Kontruksi Dan Susunan Dalam Kapasitor

Secara kontruksi di dalam kapasitor, terdiri dua buah pelat logam yang dipisahkan oleh sebuah zat dielektrik. Kita juga dapat dengan mudah membuat kapasitor dari dua potong aluminium foil dan kertas. Namun hasilnya pun tidak sebaik buatan pabrik sehingga kemampuan simpan tidak efektif, tetapi tetap akan bisa bekerja



Zat dielektrik dapat berupa zat non konduktif atau tidak dapat menghantarkan listrik seperti plastik. Namun, untuk mudahnya menggunkan material khusus yang sesuai dengan fungsi kapasitor,seperti  mika, keramik, selulosa, porselin, Mylar, Teflon dan bahkan udara sebagai bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik

Prisip Dan Cara Kerja Kapasitor

Ketika kapasitor dihubungkan pada sumber tegangan maka plat logam terisi elektron. Bila elektron berpisah dari satu plat ke plat lain maka muatan elektron berada diantara kedua plat. Muatan ini disebabkan oleh muatan positif pada plat yang melepaskan elektron dan muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron.

Dikarenakan kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867) dari Inggris  maka kapasitas untuk menyimpan muatan listrik kapasitor disebut Farad (F) sedangkan simbol dari kapasitor adalah C (kapasitor).Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung pada kapasitas, tegangan kerja, dan lain sebagainya.Untuk bisa mengetauhi kapasitas sebuah  kapasitor kita cukup melihat kode yang tertulis pada body,beberapa diantra jenis kapasitor menyertakan informasi tegangan kerjanya.

Pada umumnya nilai kapasitor memiliki satuan, mikro-farad (µF), nano-farad (nF) dan piko-farad (pF), dibawah ini konversinya:

1 Farad = 1.000.000µF (mikro Farad)
1µF = 1.000nF (nano Farad)
1µF = 1.000.000pF (piko Farad)
1nF = 1.000pF (piko Farad)

Beberapa jenis kapasitor informasi teknisnya tertulis di body yang bisa langsung kita baca seperti pada jenis Elco dan jenis lainya menggunkan kode seperti terlihat pada gambar di bawah ini


Electrolic Capasitor (Elco)

Terlihat pada gambar diatas kapasitor jenis Elco tertulis langsung pada body 10000µf 50V dan jika pada jenis kapasitor keramik tertulis angka 104 berarti angka pertama dan kedua menunjukkan nilai yaitu 10 dan angka ketiga angka 4 yang berarti faktor pengali = 10000,mak nilai kapasitor yang dimaksud  tersebut adalah 10 ×10000=100000pF = 100 nF = 0,1 uF atau biasanya cukup menyebutkan 100 nF saat membeli komponen di toko elektronika

Nah demikainlah artikel Pengertian Dan Prinsip Kerja Kapasitor singkat ini ,semoga informasi yang saya suguhkan dapat bermanfaat

Read more

Pengertian Dan Prinsip Dasar Kerja MCB


Prinsip Kerja MCB - MCB(Miniature Circuit Breaker) adalah salah satu perangkat kelistrikan yang berfungsi sebagai pengaman saat terjadi short atau konsleting dengan memutuskan aliran listrik dalam rangkaian,cara ini mirip dengan cara kerja sekering hanya saja lebih canggih,aman dan effisien.MCB ini terbagi menjadi dua golongan yaitu satu phase dan 3 phase. Untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus aliran listrik yang disusun menjadi satu kesatuan. saat terhubung maka terminal masukkan den keluaran akan terhubung.


MCB memiliki cara yang berbeda dengan relay meskipun sama sama menggunakan koil,MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang diakibatkan oleh aliran listrik melebihi kapasitas dengan menggunakan electromagnet/bimetal.

prinsip kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Kapasitas MCB menggunakan satuan Ampere (A), MCB tersedia dipasaran dengan kapasitas dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dll.

Untuk mendaptkan fungsi yang sesuai MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI sebagai standart perangkat pengaman kelistrikan. untuk mendapatkan gambaran yang jelas bagaimana prinsip kerja MCB,silahkan perhatikan gambar bagian bagian di bawah ini


Penjelasan Gambar
  1. Actuator Lever atau toggle switch /tuas, digunakan sebagai Switch On-Off dari MCB. Juga menunjukkan status dari MCB, apakah dalam kondisi ON atau OFF. 
  2. Switch mekanis yang membuat rangkaian terhubung dan arus listrik bekerja.
  3. Kontak arus listrik sebagai penghubung dan pemutus aliran arus listrik. 
  4. Terminal kabel listrik dengan MCB. 
  5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip 
  6. Baut untuk kalibrasi pabrikan untuk adjustment/setting arus trip dari MCB setelah pabrikasi hanya bisa dilakukan oleh pabrikan
  7. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik. 
  8. Pemadam busur api sebagai pengaman jika terjadi percikan api saat terjadi pemutusan atau pengaliran kembali arus listrik.
Pada gambar diatas dapat ditarik kesimpulan prinsip kerja dibagi menjadi 2 berdasarkan komponen penyusunanya.
  • Komponen Bimetal - Prinsip kerjanya berdasarkan pada pemuaian atau pemutusan dua jenis logam yang memiliki koefisien jenisya berbeda. Kedua jenis logam tersebut digabungkan (bimetal)dan dihubungkan dengan kawat arus khusus. ketika arus yang melalui bimetal tersebut melebihi arus nominal yang diijinkan maka bimetal tersebut akan melengkung sehingga aliran listrik terputus. 
  • Komponen elektromagnetik ; Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar yang memicu koil bersifat magnet. Semakin besar arus hubung singkat, maka semakin besar pula daya untuk menggerakkan sakelar tersebut sehingga lebih cepat memutuskan rangkaian listrik dan actuator lever dalam posisi jatuh atau off .Busur api yang terjadi masuk ke dalam ruangan yang berbentuk pelat-pelat, untuk selanjutnya dipisahkan didinginkan dan dipadamkan dengan cepat
Read more