Tuesday, 30 July 2019

Penjelasan Tentang Rangkian Seri dan Pararel

Jika kita mengamati pada setiap instalasi listrik atau rangkaian kita akan menjumpai istilah " Seri dan Pararel"Jenis rangkaian ini bisa disesuaikan dengn kebutuhan bahkan bisa di kombinasikan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan



Nah seperti apa kelebihan dan kekurangan masing masing jenis rangkian.Berikut ini sedikit ulasnya:

Kelebihan Dan Kekurangan Rangkian Seri

Rangkian Seri dapat dijelaskan sederhana sebagai rangkian yang tersambung hanya dalam jalur yang sama aliran listrik antar satu komponen dengan satu komponen atau disusun secara berderet.Kelebihanya jika yang dirangkai tersebut sumber power atau hambatan maka akan berlaku sistem penambahan pada sisi tegangan

Misalkan saja kita ambil contohnya sebuah baterai dengan tegangan 1.5 V jika kita merangkai secara seri akan berlaku penambahan yaitu menjadi 3 V jika dua baterai dan berlaku kelipatanya.Hal ini berlaku juga untuk hambatan.

Hambatan akan bertambah besar sesuai dengan jumlah hambatan yang dirangkai seri,Nilai akhirnya pun akan sesuai dengan nilai yang dirangkai misalkan saja hambatan pertama nilainya 10 ohm dan hambatan kedua nilainya 15 Ohm,maka jika dirangkai seri total menjadi 25 Ohm

Kelebihan jenis rangkian ini adalah lebih sederhana dan mudah dalam perhitunganya,sedangkan kelemahanya adalah beban yang semakin jauh dengan sumber power akan semakin kecil atau dengan kata lain mengalami penurunan

Pada rangkian ini jika pada salah satu kompon putus maka komponen berikutnya yang tidak bekerja karena tidak ada aliran listrik

Oleh karena itu rangkian seri ini lebih tepat digunakan pada di rangkain untuk beban tunggal dan untuk membuat tegangan yang lebih tinggi.Peningkatan pada rangkian ini tidak berlaku pada komponen kapasitor,kerena berlaku hukum sebaliknya

Kelebihan Dan Kekurangan Rangkian Pareral


Rangkian pararel juga dapat dijelaskan sebagai rangkian yang rangkai secara sejajar dengan kata lain memilik cabang aliran.Satu komponen bisa dirangkai dengan banyak komponen lain

Kelebihanya jika dirangkai pada kompnen sumber daya maka akan bertambah daya kapasitasnya dari sisi kuat arusnya.Tegangan dan Arus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam konsumsi energi listrik (watt),semakin tinggi tegangan maka semakin rendah kebutuhan arusnya

Sebagai contoh sederhana dua buah aki dengan tegangan masing masing 12 V dengan kapasitas 50 ampere,jika aki tersebut aki basah penggunaanya normalnya adalah 50% ,maka dapat dihitung kapasitas aki sebagai berikut

Rangkian Pararel maka tegangan tetap 12 V dan  2*50Ah = 100,karene effisiensi 50% maka kemampuan aki adalah  50% * 1200VA(Watt) = 600 Watt.Energi yang tersimpan ini akan habis jika perangkat yang terhubung sama sama DC 600 W/h dalam 1 jam

Hal ini sedikit berbeda jika dihubungkan dengan inverter,maka akan semakin banyak loss yang terjadi,,seperti kita ketauhui jika aki tegangan rata rata 12.5 v dan dan inverter stop di 10.5 V maka kapasitas penggunaanya 2V * 100 = 200 Watt,jika perangkat tersebut dihubungkan dengan listrik AC berdaya 600 w/h maka akan habis dalam 200/600 = 0.33 * 60 = 20 Menit saja

Kelebihan dari pada rangkaian ini adalah

  • Jika salah satu jalur putus maka tidak menggangu rangkian yang lain
  • Tidak terjadi penurunan tegangan yang signifikan pada titik terjauh.Hal ini terjadi karena akan mengikuti hukum kircoff terkait pembagian arus jumlah arus masuk  pada percabangan akan sama dengan arus yang keluar 
  • Jika dirangkai pada resistor atau hambatan maka total nilai hambatnya akan menjadi rata
  • Jika dirangkai pada kapasitor maka akan menambah kapasitasnya

Penggunaan Rangkian ini sangat bergantung pada kebutuhan dan mungkin saling berhubungan sehingga kita bisa merangkai keduanya dalam sebuah jaringan atau rangkaian kelistrikan
Read more

Tuesday, 1 December 2015

Rumus Perhitungan Daya Listrik

Menghitung Kebutuhan Daya Listrik Rumah Tangga - Beberapa bulan yang lalu PLN tahun 2015 telah menaikkan Tarif Dasar Listrik untuk beberapa golongan rumah tangga.kenaikan tarif tersebut dilakukan secara bertahap per satu bulan dengan maksud supaya masyarakat tidak kaget dengan tagihan listrik bulanan di bulan berikutnya



Tujuan ini dimaksudkan untuk mengurangi beban pemerintah dalam hal subsidi,sehingga bisa dialihkan untuk pembiayaan lain seperti pembangunan dan pendidikan.Nah untuk itulah kita sebagai warga dan pengguna yang bijak,tidak perlu menunggu aksi PLN,kita harus mampu menghitung kebutuhan listrik dirumah kita sehingga bisa berhemat.


Perhitungan Dasar Daya Listrik

Nah kali ini saya ingin berbagi pengetauhan bagiamana cara menghitung daya listrik dirumah Jika daya listrik dirumah anda terpasang 1300 Watt apakah ini Artinya ?secara metematis daya disimbolkan dengan huruf P,yang mana merupakan hasil dari perkalian antara tergangan dengan Kuat arus/Ampere ,sehingga rumusnya dapat dinyatakan seperti berikut
P = V x I
Dimana 
P = Daya (Watt)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus (Ampere)

Maka bisa`diketauhi jika daya 1300 watt ,dengan Tegangan  220 V ,maka batasan Ampernya adalah 5,99.Oleh karena itu PLN memasang MCB dirumah kita 6 A.Perlu diketauhi jika penggunaan kita lebih dari 6 A Maka tuas MCB akan anjlok dan dalam posisi OFF.


Faktor Penyebab MCB Anjlok / Trip

Anjloknya tuas pada MCB ini berati pengaman listrik rumah anda bekerja dengan baik.Secara sederhana kerja MCB dipengaruhi oleh perubahan besaran arus yang lewat,bukan oleh tegangan.Ketika terjadi short / hubung singkat maka akan selalu di ikuti kenaikan arus listrik

Oleh karena itu bila pengaman listrik rumah anda sering anjlok padahal tidak ada hubung singkat dan secara perhitungan masih mencukupi dari daya yang ada,maka anda patut mencurigai peralatan listrik yang sudah berumur.Ini mungkin saja terjadi sebab ada perubahan konsumsi kebutuhan listrik yang meningkat karena penurunan kemampuan mekanik alat

Salah satu contohnya adalah pada komponen motor,ketika membeli baru bearing mampu berputar dengan sangat ringan,namun ketika telah beberapa tahun pemakaian bearing bisa saja mengalami keausan sehingga terasa berat kerena kadang tidak mungkin melakukan pelumasan pada kondisi tertentu 

Bijak Dalam Membeli Peralatan Listrik

Kondisi lain kapan bisa tahu penggunaan listrik berlebih,apakah daya yang tersedia cukup bila saya membeli barang elektronik baru.Nah untuk itu anda perlu menghitung berapa kebutuhan kembali daya aktual yang terpakai saat ini.Anda bisa check di name plate masing masing peralatan.jika ditemukan dua jenis konsumsi daya seperti pada mesin cuci ,(mode wash dan Spin).maka masukkan saja daya terbesar dalam hitungan.

Setelah menghitung semua konsumsi listrik peralatan dirumah anda,kini anda bisa dengan bijak memustukan masih perlukah menambah peralatan baru.jika bukan kebutuhan yang mendesak sebaiknya tidak dilakukan.kebijakan anda menggunakan energi listrik membantu keberlangsungan tersedianya listrik dimasa datang
Read more

Rumus Perhitungan Lilitan Pada Trafo (Transformator)

Cara Menghitung Lilitan Pada Transformator - Trafo adalah komponen kelistrikan yang mempunyai fungsi menaikkan atau menurunkan tegangan.hal ini dapat terjadi karena perbedaan lilitan pada kumparan primer dan skunder.Jika suatu trafo memiliki jumlah lilitan primer lebih banyak dari pada skunder maka trafo tersebut termasuk jenis Step down memiliki fungsi menurunkan tegangan,begitu pula sebaliknya jika lilitan kumparan sekunder lebih banyak maka trafo tersebut termasuk jenis Step Up dan memiliki fungsi menaikkan tegangan



Penerapan Trafo Peralatan Listrik

Applikasi trafo Step down biasanya digunakan pada peralatan listrik yang memiliki sytem powersupply terintegarsi dengan keluaran ouput akhir DC,bisa juga digunakan pada adaptor dan Regulator.Sedangkan trafo Sterp Up biasanya dipakai untuk transmisi jaringan listrik PLN,sebab saat transmisi terjadi rugi rugi loss sehingga jika tegangan akan turun,akan danaikkan kembali  oleh trafo tersebut sehingga tegangan yang dihasilkan dari pusat pembangkit akan sama dengan yang kita terima

Jika deketauhi fungsi demikian bagaimana cara menghitung lilitan primer dan skunder pada trafo.Nah untuk itu kita perlu memahami perhitungan yang berlaku dimana besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah:

  • Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
  • Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns). 
  • Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,

Contoh Perhitungan

cara menghitung jumlah lilitan sekunder: Untuk menyalakan lampu 50 volt dengan tegangan listrik dari PLN 220 volt digunakan transformator step down. Jika diketauhi jumlah lilitan primer transformator 1.500 lilitan, berapakah jumlah lilitan pada kumparan sekundernya ?

Penyelesaian:
Diketahui:
Vp = 220 V
Vs = 50 V
Np = 1500 lilitan

Ditanyakan: Ns = ........... ?

Jawaban
Vp / Vs = Np / Ns
220/50 = 1500 /Ns
Ns = 1500 * 50 /220
Ns =  340 lilitan

Jadi untuk diperoleh kuluaran tegangan pada kumparan skunder sebesar 50V maka jumlah lilitan  yang dibutuhkan adalah 340 Lilitan kumparan

Read more